Sejarah kebaya dimulai dari baju yang sering dipakai oleh wanita Melayu. Ada dua teori tentang asal baju kebaya. Satu mengatakan perkataan ‘kebaya’ itu berasal dari perkataan Arab ‘habaya’ artinya pakaian labuh yang memiliki belahan di depan. Satu lagi mengatakan pakaian ini dibawa oleh Portugis ke Melaka, maka kebaya telah lama dipakai di Melaka; bukan oleh wanita Melayu saja, juga oleh wanita Cina Peranakan (Baba) dengan sedikit perbedaan dalam potongan dan gaya memakainya. Untuk wanita Cina dikenal dengan busana encim.
Di zaman penjajahan Belanda, pemakai kain kebaya yang tampil di tempat umum hanyalah mereka yang ditempatkan dalam golongan atas, sedangkan di kalangan kelas bawah, wanita yang mengenakan kain kebaya adalah petani atau pembantu. Wanita yang mempunyai yang telah mendapat pendidikan Barat dan mempunyai pekerjaan moden, mengenakan pakaian Barat.
Perkembangan kebaya saat ini sangatlah bervariasi, mulai dari model kebaya Kartini yang di modifikasikan, hingga kebaya modern yang anggun dipadukan dengan kain ataupun celana panjang. Mulai dari wanita kalangan atas hingga ibu penjual jamu.
Dengan pemakaian bahan dan warna yang beragam, kebaya adalah pilihan busana yang cocok digunakan untuk segala acara baik siang hari ataupun malam hari. Bahkan para remaja putri juga bisa mengunakan kebaya sebagai pilihan.
Senin, 04 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar